
SLAMET MENIKAM BININYA
dalam mabuknya
karena ludes uangnya
di meja judi pertaruhanya
slamet klap dan gelap matanya
lantas membunuh bininya
menikam di dadanya
menikam di lehernya
menikam di perutnya
menyaksikan matinya
besoknya
dan besoknya
dia mencari bininya
di ruang yang kokoh temboknya
di ruang yang pegas teralinya
di mana dia mendekam selamanya
sebagai orang yang sakit ingatanya.
DI LANGIT OTAK KUDA SUKA HATI
Langit
tidak terbatas
Langit-langit
bagian pembatas
Otak
untuk pikiran
Otak-otak
untuk santapan
Kuda
kakinya kekar
Kuda-kuda
kaki pendekar
Suka
lahirkan cinta
Suka-suka
lahirkan duka derita
Hati
rasam perasaan
Hati-hati
rasam kewaspadaan.
CIN CAI SAJA
Giok Lan orang Kiau Seng
Kim San orang Hua Kiau
Giok Lan mengasihi ang-pau Sin Cia
Kim San pakai untuk beli Kua Ci
Gigi di sangkut li-lit
Dicongkel dengan nga-ciam
Giginya tanggal
Dibawa ke Hu Pei
Hu Pei bilang buka celana
Gigi berpindah diantara lang-kang
Cin cai saja.
karena ludes uangnya
di meja judi pertaruhanya
slamet klap dan gelap matanya
lantas membunuh bininya
menikam di dadanya
menikam di lehernya
menikam di perutnya
menyaksikan matinya
besoknya
dan besoknya
dia mencari bininya
di ruang yang kokoh temboknya
di ruang yang pegas teralinya
di mana dia mendekam selamanya
sebagai orang yang sakit ingatanya.
DI LANGIT OTAK KUDA SUKA HATI
Langit
tidak terbatas
Langit-langit
bagian pembatas
Otak
untuk pikiran
Otak-otak
untuk santapan
Kuda
kakinya kekar
Kuda-kuda
kaki pendekar
Suka
lahirkan cinta
Suka-suka
lahirkan duka derita
Hati
rasam perasaan
Hati-hati
rasam kewaspadaan.
CIN CAI SAJA
Giok Lan orang Kiau Seng
Kim San orang Hua Kiau
Giok Lan mengasihi ang-pau Sin Cia
Kim San pakai untuk beli Kua Ci
Gigi di sangkut li-lit
Dicongkel dengan nga-ciam
Giginya tanggal
Dibawa ke Hu Pei
Hu Pei bilang buka celana
Gigi berpindah diantara lang-kang
Cin cai saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar